Monday, December 6, 2010

bahan renungan,

Menulis itu penting dan mudah.
Pendamaian
I.p Kamis
| 06 December 2010 | 14:58

dunia kita memang hakikatnya berisikan perseteruan di dalamnya. yang baik berseteru dengan yang jahat. yang bathil berlawanan dengan yang hak. Pandangan hitam putih seperti itu memang kebanyakan hidup dalam masyarakat yang tentunya kemudian memberikan pengaruhnya kepada masing-masing personal. Tanpa menafikan, bahwa ada juga  memandang dunia dengan pandangan multitonik, berusaha keluar dari jebakan pandangan hitam putih, berkeyakinan bahwa dunia ini, tidaklah melulu soal hitam dan putih belaka.
Namun sekuat apapun argumen bahwa dunia ini penuh dengan warna, tetap saja anda pasti setuju dengan saya bahwa warna hitam dan putih sangat dominan dibandingkan dengan warna-warna yang lain ya kan?. Angka-angka kriminalitas yang berhubungan dengan ketidak adilan dan pemiskinan global dan sistematis, dengan varian kriminalitas pada ranah terorisme, narkotika, perdagangan manusia, korupsi, urban crime ,    akhir-akhir ini cenderung meningkat lagi. Begitulah, kejahatan anak-anak Adam dari jaman ke jaman, terus terjadi dalam berbagai varian dan motif yang terus berkembang. Grafiknya naik, turun, dan  datar dalam siklus yang terjadi terus menerus.
Walaupun zaman belum berakhir, dan belum adanya penelitian yang telah dilakukan untuk memprediksi siklus kejahatan, namun, toh kesimpulan sahih sudah bisa diraih bahwa tampaknya konflik antar individu yang dapat berujung pada tindak kriminal,  dan konflik antar bangsa dan peradaban, yang juga bisa berujung pada tindak kriminal dalam skala global  tidak akan pernah bisa terelakan sepanjang masa. Kita sudah punya bukti terkini bawah perang dunia I dan perang dunia 2 adalah konflik global antar bangsa.
Konflik adalah bagian dari dunia kita. Konflik  melibatkan individu secara personal dan  kolektif . Konflik adalah siklus alamiah, untuk memunculkan kedominanan yang akan menentukan arah yang harus diikuti. Di dalam alam semesta kitapun, terdapat konflik di dalam unsur-unsur pembentuknya. Terlalu banyak kalau dijabarkan satu persatu. Lihat saja, alam semesta ini mengembang setelah munculnya ledakan besar. Ketidakstabilan dan upaya dalam mencapai kesetimbangan, dipicu oleh konflik, yang kemudian melahirkan konflik-konflik yang lain, kemudian menjadi tidak stabil lagi, dan seterusnya.
Kekuatan stabilisasi yang dilahirkan oleh konflik dan yang muncul di tengah-tengah konflik, dapat menciptakan kesetimbangan permanen. Itulah sebabnya gagasan pendamaian yang berfungsi sebagai stabilisator  menjadi sangat krusial.
Tidak hanya masyarakat jawa, seluruh bangsa-bangsa di dunia dalam berbagai variannya mengenal konsep harmonisasi, berdamai dengan makrokosmos, untuk mencapai kesetimbangan.
Kita memerlukan stabilisator yang sejati, tidak terbatas hanya pada ritual-ritual dan laku-laku tertentu yang terbatas dan bersifat tidak permanen sehingga harus diulang terus menerus. Pendamai yang sejati adalah kekuatan stabilisator yang mampu menetralisir konflik terbesar yaitu konflik di dalam diri kita, konflik antara kebaikan dan hawa nafsu, dan menghadirkan sebuah kesetimbangan baru yang lebih permanen.
(gw ambil dari kompas (kompasiana) penulis, jam n tanggal udah tertera)

No comments:

Post a Comment